Thursday, March 23, 2017

KATEGORI FOTO DALAM FOTOGRAFI


Hallo pencinta fotografi!!
Kali ini saya ingin share mengenai kategori foto yang sering dipakai di dunia fotografi.
Semoga bisa membantu teman-teman sekalian dalam mengategorikan foto-fotonya.
Salam jepret!!!!!!!

1. PORTRAIT PHOTOGRAPHY
Foto manusia secara perorangan. Foto ini bisa dikonsep atau foto candid.

2. LANDSCAPE PHOTOGRAPHY
Semua foto pemandangan di bumi dan di langit

3. STILL LIFE PHOTOGRAPHY
adalah foto objek barang atau benda yang diatur atau dikonsep sendiri. 

4. ABSTRACT PHOTOGRAPHY
Foto objek atau benda yang diambil dari sudut tertentu sehingga menghasilkan gambar yang menarik. Kunci dari foto abstract adalah warna, garis, dan bentuk.

5. SILHOETTE PHOTOGRAPHY
Foto yang diambil dengan background yang lebih terang atau bercahaya sehingga objek aslinya menjadi gelap.

6. NIGHT PHOTOGRAPHY
Foto yang diambil dimalam hari. Satu hal yang wajib diingat untuk kategori foto ini adalah  harus menggunakan tripod.

7. HUMAN INTERSEST PHOTOGRAPHY
Foto yang bisa di konsep atau dengan cara candid (tentunya dengan menggunakan lensa tele). Foto ini menggambarkan aktifitas manusia di kehidupan sehari-hari.

8. ANIMAL PHOTOGRAPHY
Foto semua jenis hewan yang tentunya diambil dengan cara candid, karena hewan tidak bisa diajak kompromi.

9. FLOWER PHOTOGRAPHY
Foto semua jenis bunga, baik itu bunga yang dipelihara ataupun bunga di alam bebas.

10. SPORT & ACTION PHOTOGRAPHY
Foto aktifitas olahragawan dilakukan dengan cara candid dan adegan action (biasanya di konsep)

11. BUILDING & ARCHITECTURE
Foto interior ataupun eksterior suatu bangunan atau gedung.

12. MODEL & FASHION
Foto dengan objek model profesional atau fashion yang sedang ditunjukan dalah acara fashion show.

13. WEDDING & PRE-WEDDING PHOTOGRAPHY
Foto yang diambil selama proses pernikahan atau fot yang dikonsep khusus untuk pre-wedding.

14. STAGE PHOTOGRAPHY
Foto-foto yang diambil dalam suatu stage act seperti konser band, pementasan drama DLL.

15. MACRO PHOTOGRAPHY
Foto serangga atau bunga dengan ukuran kecil menggunakan lensa khusus (lensa macro) atau jika belum mempunyai lensa macro, bisa menggunakan extention tub atau raynox.

16. FOOD & BEVERAGES PHOTOGRAPHY
Foto segala jenis makanan dan minuman.

17. TRAVEL PHOTOGRAPHY
Merupakan dokumentasi suatu wilayah, kebudayaan suatu kelompok masyarakat berikut adat istiadatnya berikut sejarah peradabannya.

Monday, March 20, 2017

KAMPOENG JAZZ BERSAMA G-PLUCK BEATLES

Hallo pencinta Kampoeng Jazz….!!!!
International Kampoeng Jazz adalah acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Hukum UNPAD Bandung. Acara ini sudah sangatlah harum namanya di blantika musik tanah air bahkan sampai ke luar negeri. Artis dan musisi yang mengisi acara ini pun merupakan artis dan musisi ternama dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Buat saya pribadi sebagai pencinta fotografi, saya bisa menikmati alunan musik sekaligus memotret. Saya merasa sangat antusias karena bisa mendapatkan foto-foto indah dengan tata cahaya yang sangat memukau.
Setelah sebelumnya sudah sempat saya share beberapa artis dan band yang sempat mengisi acara di Kampoeng Jazz, kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang salah satu bandnya yang meng-cover lagu-lagu band legendaris The Beatles yaitu G-Pluck Beatles.

Kata G-Pluck sendiri berarti “G” Genuine yang berarti asli atau tulus, dan “Pluck” sendiri berarti sifat menunjukkan keberanian dan tekad. G-Pluck Beatles bermula dari empat personel yang waktu itu sudah memiliki band masing-masing yang mebawakan lagu-lagu The Beatles. Awal pertemuan keempat personel ini sekitar tahun 1995 dan akhirnya terbentuk band G-Pluck Beatles pada tahun 2001 dengan formasi Awan Garnida (bass), Wawan (gitar), Adnan Sigit (gitar), dan Beni Pratama (drum) serta dua additional player yaitu Ramundo Gascaro dan Tompak (keyboard)


G-Pluck, memang band yang selalu tampil membawakan lagu-lagu The Beatles, tetapi ada hal yang membedakan G-Pluck dengan band "cover" The Beatles lain. G-Pluck menggunakan seluruh barang-barang asli milik para penggawa The Beatles. Mulai dari sepatu, kaos, baju, amplifier, gitar, drum, dan bass.


Tentu bukan hal mudah untuk memburu barang-barang milik sang legenda. mereka memang seperti kena 'kutukan' untuk bisa mendapatkan barang-barang Beatles. Saat G-Pluck punya sekitar 40 alat musik yang sama seperti Beatles yang lengkap dari era moptop sampai Abbey Road. Untuk mendapatkan barang-barang itu bukan hal yang murah, lagi mudah. Kalau punya banyak uang, belum tentu barangnya ada. Kalau barangnya ada belum tentu uangnya ada. Harga yang harus ditebus untuk sebuah alat musik Beatles mulai dari rentang Rp75 juta hingga ratusan juta rupiah. Salah satu koleksi mahal yang dimiliki Awan adalah drum merk Ludwig yang serupa seperti milik Ringo Starr. Karena beberapa alat musik milik Beatles tidak dijual secara resmi di Indonesia, untuk merawat gitar-gitar merk Hofner,  Gretsch, atau Rickenbacker, Awan harus mengirimnya ke Eropa dan Amerika karena tidak dibuat sesuai iklim dan cuaca di Indonesia, jadi perawatannya khusus.
Soal kostum saat tampil, G-Pluck juga persis dengan Beatles. Kostum mereka didatangkan langsung dari Eropa dan Amerika. Dipesan langsung dari konveksi yang pernah membuat baju para personel Beatles, bahkan sampai kancingnya pun sama, ada beberapa baju Beatles yang menggunakan kancing dua berwarna emas dan dua berwarna perak.

Berikut beberapa foto G-Pluck Beatles saat tampil di acara International Kampoeng Jazz.














Artis dan Musisi Lain yang pernah mengisi acara kampoeng Jazz di UNPAD Bandung 

Sunday, March 19, 2017

KAMPOENG JAZZ BERSAMA KAHITNA

Hallo pencinta Kampoeng Jazz….!!!!
International Kampoeng Jazz adalah acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Hukum UNPAD Bandung. Acara ini sudah sangatlah harum namanya di blantika musik tanah air bahkan sampai ke luar negeri. Artis dan musisi yang mengisi acara ini pun merupakan artis dan musisi ternama dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Buat saya pribadi sebagai pencinta fotografi, saya bisa menikmati alunan musik sekaligus memotret. Saya merasa sangat antusias karena bisa mendapatkan foto-foto indah dengan tata cahaya yang sangat memukau.
Setelah sebelumnya sudah sempat saya share beberapa artis dan band yang sempat mengisi acara di Kampoeng Jazz, kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang salah satu bandnya yang juga mengisi acara di Kampoeng Jazz yaitu Kahitna.
Kahitna adalah sebuah band yang berasal dari kota Bandung yang dibentuk pada tanggal 24 Juni 1986. Group band yang dimotori oleh Yovie Widianto ini kerap mengusung tema cinta dalam setiap lagunya. Group band ini terbilang mempunyai kekuatan pada aransemen musiknya yang terbilang orosinil dengan memadukan beberapa unsur musik seperti jazz, pop, fusion, latin, dan bahkan etnik.

Kahitna Band beranggotakan Sembilan personel
  • ·         Hedi Yunus (vocal)
  • ·         Carlo Saba (vocal)
  • ·         Mario Ginanjar (vocal)
  • ·         Yovie Widianto (piano)
  • ·         Dody IS (bass)
  • ·         Harry Suhardiman (percussion)
  • ·         Budiana (drum)
  • ·         Andrie Bayuadjie (gitar)
  • ·         Bambang Purwono (keyboard)

Dalam karir bermusiknya, Kahitna sudah beberapa kali mengeluarkan album
  • ·         Cerita Cinta (1994)
  • ·         Cantik (1996)
  • ·         Sampai Nanti (1998)
  • ·         Permaisuriku (2000)
  • ·         Cinta Sudah Lewat (2003)
  • ·         Soulmatate (2006)
  • ·         Lebih Dari Sekedar Cantik (2010)
  • ·         Rahasia Cinta (2016)
  • ·         Album Kompilasi “The Best of Kahitna” (2002)
  • ·         Album Kompilasi “Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna” (2011)

Berikut saya share beberapa foto Kahitna sewaktu tampil di acara Kampoeng Jazz di Kampus UNPAD Bandung.










Saturday, March 18, 2017

KAMPOENG JAZZ BERSAMA BEBEN JAZZ & FRIENDS

Hallo pencinta Kampoeng Jazz….!!!!
International Kampoeng Jazz adalah acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Hukum UNPAD Bandung. Acara ini sudah sangatlah harum namanya di blantika musik tanah air bahkan sampai ke luar negeri. Artis dan musisi yang mengisi acara ini pun merupakan artis dan musisi ternama dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Buat saya pribadi sebagai pencinta fotografi, saya bisa menikmati alunan musik sekaligus memotret. Saya merasa sangat antusias karena bisa mendapatkan foto-foto indah dengan tata cahaya yang sangat memukau.
Setelah sebelumnya sudah sempat saya share beberapa artis dan band yang sempat mengisi acara di Kampoeng Jazz, kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang salah seorang aktifis jazz Indonesia bersama bandnya yang juga mengisi acara di Kampoeng Jazz yaitu Beben Jazz & Friends.

Beben Supendi Mulyana atau yang lebih akrab di sapa Beben Jazz lahir di Jakarta 2 Februari 1967. Beben Jazz merupakan seorang aktifis jazz sekaligus penyanyi dan gitaris jazz yang merupakan pendiri Komunitas Jazz Kemayoran atau KJK. Keseriusan dalam dunia jazz terlihat ketika seorang Beben memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan di salah satu bank swasta dan focus di dunia jazz. Total dalam dunia jazz bukan berarti seorang Beben Jazz berhenti belajar dari orang-orang yang dianggap senior di bidang jazz. Beben pernah belajar dengan Oele Pattiselano yang merupakan seorang gitaris swing ternama Indonesia, sempat menimba ilmu di gitar klasik di Vidi Vici Jakarta, mengikuti workshop gitaris internasional seperti Mike Stern, Frank Gambele, Katzumi Watanabe.

Selain mendirikan KJK, Beben juga membentuk sebuah event organizer “Beben Jazz Management” dimana Beben Jazz mengelola dan menghimpun para group dan pencinta jazz tanah air agar semakin matang dan tak jarang group-group band ini tampil di event-event jazz tanah air. Bukan Beben Jazz namanya kalau tidak berinovasi di musik jazz, Beben juga menjabat sebagai pemimpin redaksi sebuah majalah musik “Sound Up”, sebagai nara sumber di Trijaya FM yang membahasa mengenai musik jazz, sampai menjadi dosen di Universitas pelita harapan di fakultas seni.

Ditengah kesibukan yang bisa dibilang super padat, Beben Jazz juga sering mengadakan seminar atau workshop yang bertajuk jazz dimana Beben Jazz selalu berbagi pengalamannya dengan para pencinta jazz tanah air.

Selain sebagai pembicara di seminar yang diadakannya, Beben bersama group bandnya “Beben Jazz & Friends” selalu tampil di event-event jazz Indonesia seperti Java Jazz, Jak Jazz, Bali Jazz Festival, Jazz goes to Campus, Pasar jazz GKJ, termasuk International Kampoeng jazz yang diadakan oleh Fakultas Hukum UNPAD Bandung.


Keramahan dan suka berbagi cerita terlihat ketika saya berkesempatan betemu langsung dan ngobrol dengan Beben Jazz yang sewaktu menghadiri press conference acara International Kampoeng jazz di Ball room hotel Sheraton Bandung. Saya pun sempat berfoto bersama dan mengabadikan beberpa foto ketika Beben Jazz & Friends tampil di acara International kampoeng jazz yang bertempat di kampus UNPAD Bandung. 













  

Thursday, March 16, 2017

KAMPOENG JAZZ BERSAMA DRIED CASSAVA

International Kampoeng Jazz adalah acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Hukum UNPAD Bandung. Acara ini sudah sangatlah harum namanya di blantika musik tanah air bahkan sampai ke luar negeri. Artis dan musisi yang mengisi acara ini pun merupakan artis dan musisi ternama dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Buat saya pribadi sebagai pencinta fotografi, saya bisa menikmati alunan musik sekaligus memotret. Saya merasa sangat antusias karena bisa mendapatkan foto-foto indah dengan tata cahaya yang sangat memukau.

Setelah sebelumnya sudah sempat saya share beberapa artis dan band yang sempat mengisi acara di Kampoeng Jazz, kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang salah satu band asal Jakarta yaitu Dried Cassava

Dried Cassava adalah salah satu band yang berasal dari Jakarta yang beraliran alternative rock yang sangat kental dengan unsur blues dan funk. Band ini beranggotakan empat personel yaitu Baskoro Adhi Juwono (gitar dan vokal), Kago Mahardono (drum), Bana Drestanta (bass), dan Nandie Daniel Febryan (gitar). Keempat personel ini bertemu dan mulai bermusik bersama karena berasala dari sekolah (SMA) yang sama. Berawal dari Abas (sapaan akrab Baskoro Adhi Juwono) dan Nandie yang sering bermain musik akustik dan akhirnya mereka mengajak Kago dan Bana untuk membentuk Band. Pada awal terbentuk di sekitar tahun 2005, Dried Cassava sendiri memainkan lagu-lagu dari band-band ternama dunia seperti Rage Againts the machine, Inclubus, dan Radiohead. Dried Cassava juga pernah beberapa kali mengikuti kompetisi musik hingga akhirnya memutuskan untuk membuat lagu sendiri. Perjuangan untuk membuat lagu sendiri pun terwujud dengan debut album pertama mereka yang bertajuk Mind Thieves

Nama Dried Cassava sendiri sebenarnya tercipta tidak sengaja ketika mereka harus mengikuti satu pertunjukan besar dan itu mengharuskan mereka harus menentukan nama Band mereka. Nandie yang ketika itu secara acak mencari di kamus bahasa inggris menemukan dua kata yaitu Dried dan Cassava yang berarti “gaplek”, Nandie dan personel yang lain beranggapan bahwa arti galpek di kamus tersebut adalah kartu domino, ternyata setelah pertunjukan selesai mereka baru menyadari kalau gaplek yang merupkan arti kata Dried Cassava itu bukanlah kartu domino melainkan singkong kering yang merupkan salah satu makanan tradisional yang berasal dari singkong yang dikeringkan.


Berikut beberapa foto yang saya abadikan selama Dried Cassava tampil di acara Kampoeng Jazz yang bertempat di UNPAD Bandung.